Blog dibuat untuk bahan pelajaran dan manfaat untuk yang lain, juga untuk mendapat ridho dari Allah atas ilmu yang telah diamanahkan

Halaqoh V.55: Dikumpulkannya Orang Orang Kafir di Dalam Neraka

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.55: Dikumpulkannya Orang Orang Kafir di Dalam Neraka
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Setelah hisab di Padang Mahsyar selesai, maka mulailah dipisah antara penduduk Surga dan penduduk Neraka secara bertahap. Al-
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Said Al-Khudry Radhiallohu'anhu dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bahwasanya kelak di hari kiamat akan ada yang memanggil dan
memerintahkan setiap umat untuk mengikuti Tuhan yang dia sembah di dunia.

✏ Maka tidaklah ada manusia yang menyembah selain Allah seperti patung dan batu, kecuali dia akan berjatuhan ke dalam neraka. Sehingga tidak tersisa kecuali orang-orang yang beriman baik yang sholeh maupun yang fasik dan sebagian kecil atau sisa ahlul kitab yaitu
orang Yahudi dan Nasrani.

✏ Dikatakan kepada orang Yahudi,
"Apakah yang kalian sembah?"

✏  Mereka berkata,
"Kami dahulu menyembah Uzair, anak Allah, “

✏ Dikatakan kepada mereka,
"Kalian telah berdusta. Allah tidak memiliki istri dan anak. Lalu apakah yang kalian inginkan? “

✏ Mereka berkata,
"Kami haus. Maka berilah kami air minum.

✏ Karena saat itu Allah memperlihatkan kepada mereka Jahannam yang dari jauh seperti air.

✏ Maka ditunjukkanlah Jahannam yang dari jauh seperti air tersebut, dan dikatakan kepada mereka,
"Apakah kalian tidak mendatanginya? “

✏ Akhirnya mereka pun juga dikumpulkan ke Jahannam dan berjatuhan di dalamnya. Dan di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhum yang juga dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwasanya Allah akan berkata kepada manusia,
"Barang siapa yang menyembah sesuatu maka hendaklah mengikutinya"

✏ Maka penyembah matahari akan mengikuti matahari, penyembah bulan akan mengikuti bulan, penyembah thaghut akan mengikuti thaghut.

✏ Dan thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah. Kemudian tersisalah umat islam dan bersama mereka orang-orang munafik. Di dalam hadits Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiallahu'anhum
disebutkan bahwasanya orang-orang yang dahulu menyembah Nabi Isa 'Alaihissalam, maka mereka akan mengikuti setan Nabi Isa yang diserupakan dengan beliau.

✏ Dan yang dahulu menyembah Uzair, maka akan mengikuti setan Uzair yang diserupakan dengan beliau (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani di dalam Al-Mu'jamul Kabir).

✏ Demikianlah keadaan orang-orang yang menyembah kepada selain Allah baik orang- orang musyrikin maupun ahlul kitab, orang Yahudi dan Nasrani.

✏ Mereka akan dipisahkan dari orang-orang yang menyembah Allah
saja. Yang mencakup orang-orang yang benar-benar menyembah Allah, mereka lah orang-orang yang beriman maupun orang- orang yang pura-pura menyembah Allah. Dan mereka lah orang-orang munafik.

0 comments

Halaqoh V.54: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #Bagian2

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.54: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #Bagian2
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Di antara kejadian di Padang Mahsyar bahwasanya Allah akan bertanya kepada para Malaikat dan Nabi Isa 'Alaihissalam, Allah menyebutkan di dalam Surat Saba' :40-42 bahwasanya di Padang Mahsyar Allah akan bertanya kepada para Malaikat yang disembah oleh sebagian manusia.

✏Sebagai penghinaan terhadap orang-orang musyrikin yang dahulu menyembah mereka.
"Apakah mereka ini dahulu menyembah kalian? “

✏Para Malaikat menjawab,
"Maha Suci Engkau. Engkau-lah pelindung kami, bukan mereka. Akan tetapi sebenarnya mereka dahulu telah menyembah jin. Kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut.

✏Maksudnya bahwasanya orang-orang musyrikin ketika menyembah selain Allah, baik orang sholeh, benda mati dan lain-lain, maka pada hakikatnya mereka menyembah jin, karena yang menyuruh mereka untuk menyekutukan Allah adalah jin. Apabila mereka menaati, berarti mereka telah menyembah jin tersebut. Para Malaikat pun tidak berkuasa untuk memberikan manfaat, dan tidak pula mudhorot kepada orang- orang yang telah menyembah mereka.

✏Para penyembah malaikat itu pun akan diadzab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di dalam Surat Al-Maidah : 116-117 Allah menyebutkan bahwasanya Allah akan bertanya kepada Nabi Isa 'Alaihissalam sebagai penghinaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap orang-orang nasrani yang menjadikan beliau dan ibu-ibu beliau sebagai Tuhan.
"Wahai Isa putra Maryam, Apakah engkau dahulu pernah mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua Tuhan selain Allah?"

✏Isa menjawab,
"Maha Suci Engkau tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku untuk mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada dirimu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya, yaitu "Sembahlah Allah Rabb-ku dan Rabb kalian". Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku hidup, maka setelah Engkau wafatkan atau angkat aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu".

✏Demikianlah keadaan para Malaikat dan Nabi Isa 'Alaihissalam. Mereka adalah mahluk yang taat beribadah kepada Allah. Senang apabila manusia hanya menyembah kepada Allah dan mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah diri mereka.

✏Demikian pula orang-orang yang sholeh dan wali-wali Allah. Manusia yang terlalu berlebih-lebihan kepada mereka membuat patung mereka, memajang gambar mereka, membangun dan menghias kuburan mereka,
meyakini bahwasanya mereka mengetahui sesuatu yang ghaib, berdoa kepada mereka, bepergian jauh untuk berziarah ke makam mereka, beri'tikaf di kuburan mereka, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka, membangun masjid di atas kuburan mereka atau memasukkan kuburan mereka di dalam masjid, bertawassul dengan doa mereka setelah mereka meninggal dunia atau menganggap orang-orang sholeh tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh, ini semua termasuk berlebihan.

✏Jangan sampai keadaan seseorang seperti keadaan kaum Nabi Nuh 'Alaihissalam yang berlebihan terhadap lima orang sholeh yang disebutkan dalam Surat Nuh :23. Atau seperti keadaan sebagian orang yang mengaku mencintai Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husain dan sebagian keturunan beliau Radhiallahu'anhun kemudian berlebih-lebihan terhadap mereka.

0 comments

Halaqoh V.53: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #bagian1

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.53: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #bagian1
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Di antara kejadian di Padang Mahsyar adalah percekcokan antara para pembesar orang- orang kafir dan para pengikutnya. Allah menyebutkan di dalam Surat Saba' 31-33 bahwasanya orang-orang kafir akan dihadapkan kepada Allah. Berkatalah orang- orang yang dianggap lemah kepada pembesar-pembesar mereka,
"Kalau bukan karena kalian tentulah kami dahulu menjadi
orang-orang yang beriman".

✏Pembesar-pembesar tersebut membantah dan mengatakan,
"Apakah kami yang tela menghalangi kalian dari petunjuk, sesudah petunjuk itu datang kepada kalian?Tidak! Sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa (maksudnya kalian sendirilah yang menginginkan kesesatan dan kami hanya mengajak)".

✏Orang-orang yang dianggap lemah balik membantah dan mnegatakan,
"Tidak! Sebenarnya tipu daya kalian malam dan siang itulah
yang menghalangi kami, ketika kalian menyuruh kami untuk
kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya".

✏Akhirnya semuanya menyesal tatkala melihat adzab. Demikianlah keadaan para pembesar dan tokoh masyarakat yang mengajak kepada kesyirikan dan menghalangi manusia dari tauhid. Mereka berlepas diri dari para pengikut mereka dan tidak bisa menolong mereka sedikitpun. Para pengikut akan celaka sebagaimana para tokoh tersebut dan para pembesar juga celaka.

✏Oleh karena itu seorang muslim hendaknya menyelamatkan dirinya dari neraka. Jadilah tokoh masyarakat yang mengajak kepada tauhid. Dan apabila dia orang yang lemah maka janganlah dia mengikuti kemauan para pembesar maupun orang banyak apabila dia menghalangi manusia dari tauhid dan mengajak kepada kesyirikan.

✏Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan hidayah kepada kita dan juga mereka. Menghilangkan rasa cinta dunia yang berlebihan dalam diri kita dan menghilangkan kesombongan dari dalam kita dan menjadikan rasa takut kita hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

✏Dan di antara kejadian di Padang Mahsyar bahwasanya Allah akan bertanya kepada orang-orang musyrikin tentang sesembahan selain Allah yang mereka sembah di dunia.Dimanakah mereka pada hari tersebut.

✏Dan Allah akan bertanya kepada mereka tentang
bagaimana sikap mereka terhadap ajakan para Rosul 'Alaihissalam. Di dalam Surat Al- Qosos : 62-66 Alloh akan memanggil orang- orang musyrikin dan menghina mereka
dengan bertanya,
"Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dulu kalian sangka
mereka adalah sekutu-sekutu- Ku?

✏Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan berkata kepada orang-orang musyrikin,
"Berdoalah kalian kepada sekutu-sekutu kalian".

✏Maka merekapun berdoa kepada sesembahan-sesembahan mereka di dunia. Meminta pertolongan kepada mereka dalam keadaan genting tersebut sebagaimana
mereka dahulu meminta di dunia. Maka sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa berbuat apapun dan tidak menjawab seruan mereka. Barulah mereka mengetahui
bahwasanya sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa menolong mereka sedikitpun.

✏Allah juga akan bertanya kepada mereka,
"Apakah jawaban kalian terhadap ajakan para Rosul?
Yaitu apakah kalian membenarkan mereka? Dan mengikuti ajakan mereka untuk bertauhid?

✏Demikianlah keadaan orang-orang musyrikin sesembahan-sesembahan mereka di dunia tidak bisa mengabulkan doa mereka ketika sangat dibutuhkan. Tidak bisa menolong mereka di hadapan Allah, bahkan mereka
berlepas diri. Allah berfirman dalam Surat Al-Ahqof : 5-6
ﻭَﻣَﻦۡ ﺃَﺿَﻞُّ ﻣِﻤَّﻦ ﻳَﺪۡﻋُﻮﺍْ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦ ﻟَّﺎ ﻳَﺴۡﺘَﺠِﻴﺐُ ﻟَﻪُ ۥۤ ﺇِﻟَﻰٰ ﻳَﻮۡﻡِ
ﭐﻟۡﻘِﻴَـٰﻤَﺔِ ﻭَﻫُﻢۡ ﻋَﻦ ﺩُﻋَﺎٓٮِٕﻬِﻢۡ ﻏَـٰﻔِﻠُﻮﻥَ )٥ ‏) ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺣُﺸِﺮَ ﭐﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﻟَﻬُﻢۡ
ﺃَﻋۡﺪَﺍٓﺀً۬ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺗِﮩِﻢۡ ﻛَـٰﻔِﺮِﻳﻦَ )٦ ‏) ﻭَ
"Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang-orang yang
berdoa kepada selain Allah yang tidak bisa mengabulkan
sampai hari kiamat. Dan mereka lalai dari doa orang
yang berdoa kepada mereka. Dan apabila manusia
dikumpulkan, mereka akan menjadi musuh bagi orang-
orang yang menyembah mereka. Dan mereka akan mengingkari ibadah yang dilakukan orang- orang musyrikin terhadap mereka".

✏Adapun orang yang bertauhid, maka Allah akan menolong mereka di dunia maupun di akhirat.

0 comments

Halaqoh V.53: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #bagian1

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.53: Beberapa Kejadian di Alam Mahsyar #bagian1
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Di antara kejadian di Padang Mahsyar adalah percekcokan antara para pembesar orang- orang kafir dan para pengikutnya. Allah menyebutkan di dalam Surat Saba' 31-33 bahwasanya orang-orang kafir akan dihadapkan kepada Allah. Berkatalah orang- orang yang dianggap lemah kepada pembesar-pembesar mereka,
"Kalau bukan karena kalian tentulah kami dahulu menjadi
orang-orang yang beriman".

✏Pembesar-pembesar tersebut membantah dan mengatakan,
"Apakah kami yang tela menghalangi kalian dari petunjuk, sesudah petunjuk itu datang kepada kalian?Tidak! Sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa (maksudnya kalian sendirilah yang menginginkan kesesatan dan kami hanya mengajak)".

✏Orang-orang yang dianggap lemah balik membantah dan mnegatakan,
"Tidak! Sebenarnya tipu daya kalian malam dan siang itulah
yang menghalangi kami, ketika kalian menyuruh kami untuk
kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya".

✏Akhirnya semuanya menyesal tatkala melihat adzab. Demikianlah keadaan para pembesar dan tokoh masyarakat yang mengajak kepada kesyirikan dan menghalangi manusia dari tauhid. Mereka berlepas diri dari para pengikut mereka dan tidak bisa menolong mereka sedikitpun. Para pengikut akan celaka sebagaimana para tokoh tersebut dan para pembesar juga celaka.

✏Oleh karena itu seorang muslim hendaknya menyelamatkan dirinya dari neraka. Jadilah tokoh masyarakat yang mengajak kepada tauhid. Dan apabila dia orang yang lemah maka janganlah dia mengikuti kemauan para pembesar maupun orang banyak apabila dia menghalangi manusia dari tauhid dan mengajak kepada kesyirikan.

✏Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan hidayah kepada kita dan juga mereka. Menghilangkan rasa cinta dunia yang berlebihan dalam diri kita dan menghilangkan kesombongan dari dalam kita dan menjadikan rasa takut kita hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

✏Dan di antara kejadian di Padang Mahsyar bahwasanya Allah akan bertanya kepada orang-orang musyrikin tentang sesembahan selain Allah yang mereka sembah di dunia.Dimanakah mereka pada hari tersebut.

✏Dan Allah akan bertanya kepada mereka tentang
bagaimana sikap mereka terhadap ajakan para Rosul 'Alaihissalam. Di dalam Surat Al- Qosos : 62-66 Alloh akan memanggil orang- orang musyrikin dan menghina mereka
dengan bertanya,
"Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dulu kalian sangka
mereka adalah sekutu-sekutu- Ku?

✏Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan berkata kepada orang-orang musyrikin,
"Berdoalah kalian kepada sekutu-sekutu kalian".

✏Maka merekapun berdoa kepada sesembahan-sesembahan mereka di dunia. Meminta pertolongan kepada mereka dalam keadaan genting tersebut sebagaimana
mereka dahulu meminta di dunia. Maka sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa berbuat apapun dan tidak menjawab seruan mereka. Barulah mereka mengetahui
bahwasanya sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa menolong mereka sedikitpun.

✏Allah juga akan bertanya kepada mereka,
"Apakah jawaban kalian terhadap ajakan para Rosul?
Yaitu apakah kalian membenarkan mereka? Dan mengikuti ajakan mereka untuk bertauhid?

✏Demikianlah keadaan orang-orang musyrikin sesembahan-sesembahan mereka di dunia tidak bisa mengabulkan doa mereka ketika sangat dibutuhkan. Tidak bisa menolong mereka di hadapan Allah, bahkan mereka
berlepas diri. Allah berfirman dalam Surat Al-Ahqof : 5-6
ﻭَﻣَﻦۡ ﺃَﺿَﻞُّ ﻣِﻤَّﻦ ﻳَﺪۡﻋُﻮﺍْ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦ ﻟَّﺎ ﻳَﺴۡﺘَﺠِﻴﺐُ ﻟَﻪُ ۥۤ ﺇِﻟَﻰٰ ﻳَﻮۡﻡِ
ﭐﻟۡﻘِﻴَـٰﻤَﺔِ ﻭَﻫُﻢۡ ﻋَﻦ ﺩُﻋَﺎٓٮِٕﻬِﻢۡ ﻏَـٰﻔِﻠُﻮﻥَ )٥ ‏) ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺣُﺸِﺮَ ﭐﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﻟَﻬُﻢۡ
ﺃَﻋۡﺪَﺍٓﺀً۬ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺗِﮩِﻢۡ ﻛَـٰﻔِﺮِﻳﻦَ )٦ ‏) ﻭَ
"Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang-orang yang
berdoa kepada selain Allah yang tidak bisa mengabulkan
sampai hari kiamat. Dan mereka lalai dari doa orang
yang berdoa kepada mereka. Dan apabila manusia
dikumpulkan, mereka akan menjadi musuh bagi orang-
orang yang menyembah mereka. Dan mereka akan mengingkari ibadah yang dilakukan orang- orang musyrikin terhadap mereka".

✏Adapun orang yang bertauhid, maka Allah akan menolong mereka di dunia maupun di akhirat.

0 comments

Halaqoh V.52: Telaga Rasulullah

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.52: Telaga Rasulullah
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Diantara beriman kepada hari akhir adalah Beriman tentang Adanya Telaga Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Pada Hari Kiamat.

✏Hadits- hadits yang datang di dalam masalah ini
mencapai derajat mutawatir. Diantaranya adalah sabda beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺇِﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﻧَﺒِﻲٍّ ﺣَﻮْﺿًﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺒَﺎﻫَﻮْﻥَ ﺃَﻳُّﻬُﻢْ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻭَﺍﺭِﺩَﺓً ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ
ﺃَﻛُﻮﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻭَﺍﺭِﺩَﺓً
"Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga dan sesungguhnya mereka akan saling berbangga siapa di
antara mereka yang tealaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap akulah yang telaganya akan paling banyak didatangi (Hadits ini dishahihkan oleh Tirmidzi).

✏Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ juga bersabda,
"Telagaku sepanjang 1 bulan perjalanan, airnya lebih
putih dari pada susu dan baunya lebih wangi dari minyak kesturi dan kiizaa-nya yaitu sejenis teko sebanyak
bintang di langit.
Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan harus
selama-lamanya" (HR Bukhari dan Muslim).

✏Sebagian ulama mengatakan bahwasanya seandainya dia masuk ke dalam neraka setelah itu karena dosa yang dia lakukan maka dia tidak akan diazab dengan rasa haus. Umat beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ akan mendatangi telaga beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dan meminum darinya.

✏Beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ mengatakan yang artinya,
"Dan aku akan menolak manusia dari telagaku sebagaimana
seseorang menolak unta orang lain dari telaganya".

✏Maka para sahabat bertanya kepada beliau,
"Wahai Rasulullah, apakah engkau mengenal kami pada
hari tersebut?"

✏Beliau menjawab,
" Iya. Kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat
yang lain. Kalian akan mendatangi telagaku dalam
keadaan putih wajah, tangan dan kaki kalian dari bekas
berwudhu"(HR. Muslim).

✏Orang yang beriman ketika Rasulullah masih hidup kemudia dia murtad sepeninggal beliau maka akan dijauhkan dari telaga beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ . Dalam sebuah
hadits, beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ mengatakan yang artinya,
"Aku akan mendahului kalian diatas telaga dan akan
dinampakkan beberapa orang diantara kalian kemudian
tiba-tiba dijauhkan dariku"

✏Akupun bertanya,
"Wahai Rabb-ku, Bukankah mereka para sahabatku?
✏Maka dikatakan kepada beliau,
"Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka
lakukan setelah dirimu (HR. Bukhari dan Muslim, dari
Abdullah bin Mas'ud radhiallohuanhum).

✏Di dalam hadits yang lain dikatakan ke pada beliau,
"Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka
rubah setelahmu" (HR. Bukhari dan Muslim)

✏Sebagian ulama mengatakan bahwa membuat bid'ah di dalam agama termasuk merubah yang dimaksud di dalam hadits ini.

✏Dikhawatirkan dia tidak bisa meminum dari telaga Nabi. Namun, bukan berarti apabila dia masuk ke dalam neraka dia kekal di dalamnya. Karena yang kekal di neraka hanyalah orang-orang kafir.

✏Dua hadits terakhir menunjukkan bahwa setelah meninggal dunia, beliau tidak mengetahui apa yang dilakukan umatnya.

✏Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa meminum dari telaga Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dimana hati kita sangat membutuhkannya.

0 comments

Halaqoh V.51: Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal #bagian2

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.51: Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal #bagian2
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Amalan yang paling berat di dalam timbangan pada hari kiamat adalah dua kalimat syahadah.
Dari Abdullah ibnu 'Amr ibnul Ash radhiallohu'anhuma, beliau berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda,
"Sesungguhnya Allah akan memilih seseorang dari umatku
di hadapan mahluk-mahluk yang lain pada hari kiamat. Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil."

✏Makna sijil adalah kitab besar. Dan maksud beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut.

✏Kemudian beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam mengatakan setiap sijil besarnya sejauh mata memandang. Kemudian

Allah bertanya kepada hamba tersebut,
"Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau
ingkari? Apakah para malaikat penulis telah menzolimimu?"

Hamba tersebut menjawab,
"Tidak wahai Robb-ku “

Allah bertanya,
"Apakah kamu memiliki alasan? “

Dia kembali menjawab,
"Tidak wahai Robb-ku “

Maka Allah pun berkata,
"Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi kami. Dan
sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi pada hari ini."

✏Maka dikeluarkanlah sebuah kartu bertuliskan " Asyhaduallaa ilaa ha illallah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh".
Allah pun berkata,
"Lihatlah timbanganmu"

Hamba tersebut mengatakan,
"Wahai Rabb-ku apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijjil yang begitu banyak?"

Maka Allah berkata,
"Sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi. “

✏Diletakkanlah sijjil yang banyak tersebut, di satu piringan timbangan dan kartu di satu piringan timbangan yang lain. Maka ringanlah sijjil yang banyak dan beratlah
kartu tersebut.

✏Kemudian beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan,
"Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama
Allah"(Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

✏Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan dari pada akhlak yang baik" (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi).

✏Di antara akhlak yang baik adalah menyambung orang yang memutus kita, memberi kepada orang yang tidak mau
memberi kepada kita dan memaafkan orang yang menzolimi kita.

✏Di antara amalan yang berat adalah ucapan " Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil 'azhim", sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim.

✏Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan Alhamdulillah, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

✏Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim senantiasa memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan.

✏Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dan istiqomah di atas keduanya sampai meninggal dunia.

✏Di samping itu hendaknya dia memperbaiki ibadahnya kepada Allah dan akhlaknya kepada manusia.

✏Melakukan itu semua karena Allah dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

✏Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.

✏Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.

✏Sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam Surat Al-Qoriah.
Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka. Karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran. Lihat Surat Al-Kahfi : 103-106.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi
gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Allah
tidak lebih berat dari satu sayap dari seekor nyamuk"(HR.
Bukhari dan Muslim).

✏Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada tiga perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat. Amalan, orang yang mengamalkan dan kitab catatan amalan.

0 comments

Halaqoh V.51: Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal #bagian2

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.51: Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal #bagian2
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Amalan yang paling berat di dalam timbangan pada hari kiamat adalah dua kalimat syahadah.
Dari Abdullah ibnu 'Amr ibnul Ash radhiallohu'anhuma, beliau berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda,
"Sesungguhnya Allah akan memilih seseorang dari umatku
di hadapan mahluk-mahluk yang lain pada hari kiamat. Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil."

✏Makna sijil adalah kitab besar. Dan maksud beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut.

✏Kemudian beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam mengatakan setiap sijil besarnya sejauh mata memandang. Kemudian

Allah bertanya kepada hamba tersebut,
"Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau
ingkari? Apakah para malaikat penulis telah menzolimimu?"

Hamba tersebut menjawab,
"Tidak wahai Robb-ku “

Allah bertanya,
"Apakah kamu memiliki alasan? “

Dia kembali menjawab,
"Tidak wahai Robb-ku “

Maka Allah pun berkata,
"Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi kami. Dan
sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi pada hari ini."

✏Maka dikeluarkanlah sebuah kartu bertuliskan " Asyhaduallaa ilaa ha illallah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh".
Allah pun berkata,
"Lihatlah timbanganmu"

Hamba tersebut mengatakan,
"Wahai Rabb-ku apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijjil yang begitu banyak?"

Maka Allah berkata,
"Sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi. “

✏Diletakkanlah sijjil yang banyak tersebut, di satu piringan timbangan dan kartu di satu piringan timbangan yang lain. Maka ringanlah sijjil yang banyak dan beratlah
kartu tersebut.

✏Kemudian beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan,
"Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama
Allah"(Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

✏Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan dari pada akhlak yang baik" (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi).

✏Di antara akhlak yang baik adalah menyambung orang yang memutus kita, memberi kepada orang yang tidak mau
memberi kepada kita dan memaafkan orang yang menzolimi kita.

✏Di antara amalan yang berat adalah ucapan " Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil 'azhim", sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim.

✏Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan Alhamdulillah, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

✏Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim senantiasa memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan.

✏Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dan istiqomah di atas keduanya sampai meninggal dunia.

✏Di samping itu hendaknya dia memperbaiki ibadahnya kepada Allah dan akhlaknya kepada manusia.

✏Melakukan itu semua karena Allah dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

✏Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.

✏Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.

✏Sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam Surat Al-Qoriah.
Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka. Karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran. Lihat Surat Al-Kahfi : 103-106.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi
gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Allah
tidak lebih berat dari satu sayap dari seekor nyamuk"(HR.
Bukhari dan Muslim).

✏Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada tiga perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat. Amalan, orang yang mengamalkan dan kitab catatan amalan.

0 comments
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver