Blog dibuat untuk bahan pelajaran dan manfaat untuk yang lain, juga untuk mendapat ridho dari Allah atas ilmu yang telah diamanahkan

Halaqoh 51 Bab 5: Sebab Hidupnya Hati #17 Bershalawat Kepada Nabi, bagian 3

Tazkiyatun Nufus
Halaqoh 51
Bab 5: Sebab Hidupnya Hati #17
Bershalawat Kepada Nabi, bagian 3
Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc. 
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ الله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه فَلاَ هَادِيَ لَهُ،  أَمَّا بَعْدُ؛
Ikhwah fīddīn wal akhawat fillah rohimani wa rohimakumullah, kita lanjutkan kembali bahasan kita tentang sholawat yaitu halaqah yang ke 51, bahasan kita tentang shalawat bagian akhir.

Berkata  Syaikh DR Ahmad Farid hafizhahullāhu ta'āla, "Dan dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di hari Jum'at".
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ الله وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ الله عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallāhu Ta'ālā 'anhumā, beliau berkata: telah bersabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Diantara hari-hari yang utama diantara kalian, adalah hari Jum'at, di hari Jum'at lah nabi Adam 'alaihish-shalatu wassalām diciptakan dan pada hari Jum'at pula nabi Adam diwafatkan. Di hari Jum'at pulalah ditiupkannya sangkakala untuk kemudian seluruh makhluk hancur ataupun mati, dan juga pada hari Jum'at pulalah akan dibangkitkannya manusia dari kubur-kubur mereka. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jum'at. Karena sesungguhnya shalawat kalian diperlihatkan kepadaku."

Mereka berkata, "Wahai Rasūlullāh, bagaimana mungkin diperlihatkan shalawat kami kepada engkau, sedangkan engkau telah menjadi tulang-belulang ? (Yakni telah wafat)".

Lalu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab, "Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengharamkan kepada bumi (kepada tanah) untuk memakan jasad-jasad para Nabi".
(HR Muslim)

Adapun shighat atau bagaimanakah lafadz bacaan shalawat itu ?

Disebutkan, "adapun lafadz bentuk bacaan kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang benar, yang diajarkan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentunya, adalah sebagaimana riwayat berikut:"
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ أَتَانَا رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي مَجْلِسِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ لَهُ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ أَمَرَنَا الله تَعَالَى أَنَّ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ الله فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ فَسَكَتَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَمَنَّيْنَا أَنَّهُ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَالسَّلَامُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ
Dari Abu Mas'ud AlAnshari, mengatakan, "Datang kepada kami Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, sedangkan kami sedang bermajelis dengan Sa'ad bi Ubadah, maka berkata Basyir bin Sa'ad kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Allāh Subhānahu wa Ta'āla memerintahkan kami untuk bershalawat kepada engkau wahai Rasūlullāh, bagaimanakah kami harus bershalawat kepada engkau ?" Maka Abu Mas'ud mengatakan, "maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam terdiam, sampai kami berharap bahwa Basyir Bin Sa'ad tidak menanyakan hal itu kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam".

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, "Katakanlah, Allāhumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala 'alī Muhammad, kamā shallaita 'ala Ibrāhim, wa bārik 'ala Muhammad wa 'ala 'ali Muhammad, kama bārokta 'ala Ibrahim fil 'alamiina innaka hamīdum-majīd". Adapun bagaimana salam kepadaku, adalah sebagaimana yang telah kalian ketahui".

Ikhwanī fiddīn wa akhawatī fillah rahimani wa rahimakumullāh, itulah bagaimana bacaan shalawat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sesuai dengan yang diajarkan dan yang dituntunkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, maka kita menjauhi bentuk-bentuk lafadz yang tidak diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Adapun waktu yang tepat untuk bershalawat, contohnya misalkan:
��Tasyahud di dalam kita shalat.
��Tatkala kita shalat jenazah setelah takbir kedua.
��Tatkala disebutkan nama Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
��Ketika masuk dan keluar masjid.
��Ketika mendengar adzan, kemudian mengakhirinya dengan membaca doa setelah adzan yang di dalamnya ada shalawat.
��Ketika hendak berdoa juga membaca shalawat ��Memperbanyaknya di hari Jum'at.
��Ketika seorang khatib berkhutbah, maka khatib harus mengawalinya dengan pujian kepada Allāh dan juga bershalawat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Adapun faidah shalawat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentu banyak, diantaranya faidahnya adalah:
1. Termasuk menunaikan perintah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
2. Termasuk akan mendapat 10 shalawat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
3. Shalawat ialah salah satu sebab mendapatkan syafa'at Nabi. Baik disertai dengan permohonan washilah untuk Nabi ataupun tidak.
4. Shalawat ialah salah satu sebab hamba memperoleh kecukupan.
5. Shalawat adalah termasuk pengantar bagi yang membacanya menuju surga.
6. Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengabadikan pujian baik dan berkah bagi pembacanya.
7. Shalawat ialah sebab kelanggengan cinta hamba kepada RasulNya dan menambah dan melipatgandakannya.

Semua itu termasuk ikatan iman, karena iman tidak akan sempurna kecuali dengan kita menambah cinta kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Dan tambahnya cinta kita kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah dengan membuktikannya dengan membaca, memperbanyak shalawat kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam
هذا ما أقول لكم
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين، و الحمد الله ربّ العالمين
ثم السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  
✏ Disalin oleh Tim Transkrip
Dapat diunduh disini http://goo.gl/TxzMY9
Dimuraja'ah oleh Ustadz Tauhiddin Ali Rusdi Sahal, Lc.
Berdasarkan kitab Tazkiyatun Nufus (penulis Syaikh Dr. Ahmad Farid)

1 comments

Adab-adab Dalam Berdoa. (Kajian ust Nurul Dzikry)

Kajian ust nudzul dzikry 3 april 2015 "Adab adab berdoa" Doa adalah ibadah. Itulah sabda yg dtg dr rasul SAW. Doa adalah inti dari ibadah. Allah berfirman, dalam surat Ghafir : 60. "Minta pada diriKu maka akan dikabulkan". Allah akan memvonis orang yang tidak berdoa dengan istilah sombong. Barang siapa yang sombong dan tidak perlu berdoa kepada Allah adalah orang orang yg sombong. Adab berdoa: 1. Kita harus yakin kalau doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Fokus dan konsentrasi, resapi. Nabi SAW "bdoa kpd Allah dg yakin akan dikabulkan Allah. Dan Allah tidak akan mengabulkan doa dr org yg hatinya lalai dan tidak fokus." . Harus yakin di kabulkan. Berdoalah kepada Allah dlm keadaan yg yakin. Itulah mengapa org yg sering sholat tp Allah tidak memberi petunjuk kepada mereka karena mereka sholat, tetapi tidak khusyuk. Karena kalo mereka khusyuk,yakin, fokus, Allah tdk mungkin tidak mengabulkan doa kita. 2. Ilhah. Ilhah brrti merengek/memelas ketika berdoa. Allah itu senang ketika kita memelas pada saat berdoa. Itu menunjukkan kalau kita memohon kepada Allah SWT. Allah akan mengabulkan doa selama dia tidak zalim tidak memutus tali silaturahim dan tidak terburuburu. Maksut terburuburu adalah, kita sudah berdoa tetapi kita tidak melihat doa dikabulkan oleh Allah. Maka kita akan kecewa. Maka itu dosa. Doa itu pasti dikabulkan. Allah akan memberi yg kita butuhkan, bukan yg kita inginkan. 3. Allah tidak berikan permintaan kita tapi Allah jauhkan kita dr bala bencana. Doa itu bisa saja sudah terkabul 14 th yg lalu tp kita tidak sadar. 4. Berdoa tanpa mengenal waktu. Kecuali terpaksa. Misal mau buang air besar pas ambeien. Itu tidak apa apa. Tapi kalo tidak terpaksa, tidak boleh. Berdoa jangan hanya di sepertiga malam terakhir, akhir sujud antara sholat iqomah, tapi berdoalah setiap saat. Perkenalkan diri kita saat kita sedang senang agar Allah ingat. Jamaah haji dan umroh baru berdoa saat di raudhah. Pdhal bisa di bus di pesawat, berdoa dimana saja. penting. Mengapa? Karena kalau kita berdoa tanpa kita mengenal waktu berarti kita butuh Allah, ketergantungan dg Allah. Ketergantungan dengan Allah itu mulia. Jika anda org yg beriman. La haula walla quwwata illa billah itu lifestyle. org yg tidak pernah berdoa akan dilemparkan kedalam neraka. Jika seseorang di antara kalian ingin sesuatu sholatlah dua rakaat (Istikharah). Semakin kita butuh Allah, Allah semakin senang. Allah akan murka kalau kita tidak butuh Allah. barang siapa yg ketergantungan dg Allah, Allah akan selesaikan masalah masalahnya. 4. Jangan meminta hal hal yg merugikan diri kita, harta kita dan keluarga kita. Dalam Hadist jabir "janganlah kalian meminta sesuatu yg memudharatkan diri kalian dan janganlah kalian berdoa yg berisikan merugikan anak harta kalian. Karena dikhawatirkan saat berdoa akan diijabah oleh Allah SWT." . Contohnya, nyela, nyumpahin. 5. Tidak berdoa kepada selain Allah. "Jika kau berdoa, berdoalah kpd Allah,jika meminta, memintalah kepada Allah". Berdoa kepada selain Allah berarti syirik. Janganlah berdoa kpd Allah dibarengi dengan selain Allah. 6. Berdoalah dg suara lirih, tidak keras dan tidak menutup. Al A'raf "berdoalah kpd Rabb kalian dengan penuh ketundukan dengan suara yg lirih". Allah tidak suka orang yg berdoa keras keras kecuali dalam konteks tertentu misal khotbah. Ketika nabi mendengan sahabat berdoa dg suara keras, nabi berkata (hadist muslim) "kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada zat yg jauh. Karena sesungguhnya kalian berdoa kepada yg maha mendengar dan maha dekat ilmu dan wawasannya.". Hendaknya kita bedoa dengan suara lirih. 7. Awali doa dengan memuji dan memuja Allah. Allah memiliki nama2 yg indah. Maka berdoalah dengan nama tersebut (ayat quran). To the point itu ngga pantes, jd puji Allah duluuu. 8. Akui kelemahan, kekurangan dan dosa2 kita. Sebelum kita meminta kepada Allah SWT. dengan sayyidul istighfar. Akui kalau kita adalah org yg dholim. Doa dengan nabi yunus. 9. Bershalawat. Shalawat adalah salah satu adab dlm berdoa. Setiap doa akan terhalang atau terhijab sampai ia bershalawat kepada rasul. Kalau kita doa tanpa shalawat, doa ditrima? Iya diterima. Karena bershalawat adalah sunnah. 0 comments

Halaqoh V.72 : Al-Jannah dan Kenikmatannya #Bagian2

Halaqoh V.72 : Al-Jannah dan Kenikmatannya #Bagian2

Luas surga adalah seluas langit dan bumi.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ali-Imron : 133
ﻭَﺳَﺎﺭِﻋُﻮٓﺍْ ﺇِﻟَﻰٰ ﻣَﻐۡﻔِﺮَﺓٍ۬ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّڪُﻢۡ ﻭَﺟَﻨَّﺔٍ ﻋَﺮۡﺿُﻬَﺎ ﭐﻟﺴَّﻤَـٰﻮَٲﺕُ
ﻭَﭐﻟۡﺄَﺭۡﺽُ
"Dan hendaklah kalian berlomba- lomba untuk mendapatkan ampunan
dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang
luasnya seluas langit dan bumi."

Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Az-Zumar :20
ﻟَـٰﻜِﻦِ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﭐﺗَّﻘَﻮۡﺍْ ﺭَﺑَّﮩُﻢۡ ﻟَﻬُﻢۡ ﻏُﺮَﻑٌ۬ ﻣِّﻦ ﻓَﻮۡﻗِﻬَﺎ ﻏُﺮَﻑٌ۬ ﻣَّﺒۡﻨِﻴَّﺔٌ۬ ﺗَﺠۡﺮِﻯ
ﻣِﻦ ﺗَﺤۡﺘِﮩَﺎ ﭐﻟۡﺄَﻧۡﮩَـٰﺮُۖ
"Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun."

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga. Ketika beliau Shalallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh para sahabat tentang bangunan surga, beliau Shalallahu Alaihi Wasallam berkata,
"Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya bau
wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan
batu mulia. Tanahnya elok seperti za'faron" (Hadits shahih
riwayat Tirmidzi).

Di dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya orang yang sholat dua belas rokaat setiap
hari, maka akan dibangunkan rumah di surga (HR. Muslim).

Maksud dari dua belas rokaat adalah sholat rowatib yang terdiri dari empat rokaat sebelum dhuhur, dua rokaat setelah dhuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya' dan dua rokaat sebelum
shubuh.

Di dalam surga juga ada kemah.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Kemah di surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga
di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas" (HR.
Bukhari).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabarkan dalam Surat Al-Baqoroh : 25 dan juga ayat- ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga ada sungai dari air yang tidak akan payau, ada
sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya.

Ada sungai-sungai dari khomr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya.
Dan ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15).

Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Allah berikan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Kautsar : 1
ﺇِﻧَّﺎٓ ﺃَﻋۡﻄَﻴۡﻨَـٰﻚَ ﭐﻟۡﻜَﻮۡﺛَﺮَ
"Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar"

Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Adz-Dzariyat : 15
ﺇِﻥَّ ﭐﻟۡﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻓِﻰ ﺟَﻨَّـٰﺖٍ۬ ﻭَﻋُﻴُﻮﻥٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-
kebun dan mata air-mata air yang mengalir."

Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 15). Di dalam surga juga ada pohon-pohon.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam sebuah
hadits,
"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai"(HR. Bukhari)

Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allah sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.
Adapun bau wanginya maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah
mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah,
"Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun."

0 comments

Halaqoh V.71: Al-Jannah dan Kenikmatannya #Bagian1

Halaqoh V.71: Al-Jannah dan Kenikmatannya #Bagian1

Al-Jannah secara bahasa adalah kebun. Dan secara syariat adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Kenikmatan yang tidak pernah terbetik di hati manusia. Bagaimanapun besar kenikmatan di dunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan di surga.

Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan di dalam surga.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat As-Sajdah : 17
ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻌۡﻠَﻢُ ﻧَﻔۡﺲٌ۬ ﻣَّﺎٓ ﺃُﺧۡﻔِﻰَ ﻟَﻬُﻢ ﻣِّﻦ ﻗُﺮَّﺓِ ﺃَﻋۡﻴُﻦٍ۬ ﺟَﺰَﺍٓﺀَۢ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ
ﻳَﻌۡﻤَﻠُﻮﻥَ
"Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka amalkan"

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Allah ta'ala berkata,
“ Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia"(HR. Bukhari dan
Muslim).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga. Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Allah kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan
yang ada di dunia. Namun memiliki sifat yang berbeda.

Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah. Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqoroh
: 25
ڪُﻠَّﻤَﺎ ﺭُﺯِﻗُﻮﺍْ ﻣِﻨۡﮩَﺎ ﻣِﻦ ﺛَﻤَﺮَﺓٍ۬ ﺭِّﺯۡﻗً۬ﺎۙ ﻗَﺎﻟُﻮﺍْ ﻫَـٰﺬَﺍ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺭُﺯِﻗۡﻨَﺎ ﻣِﻦ
ﻗَﺒۡﻞُۖ ﻭَﺃُﺗُﻮﺍْ ﺑِﻪِۦ ﻣُﺘَﺸَـٰﺒِﻬً۬ﺎۖ ﻭَﻟَﻬُﻢۡ ﻓِﻴﻬَﺎٓ ﺃَﺯۡﻭَٲﺝٌ۬ ﻣُّﻄَﻬَّﺮَﺓٌ۬ۖ
"Setiap kali mereka diberi buah- buahan dari surga
mereka berkata,
"Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia".
Mereka diberi buah-buahan yang serupa.

Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun berbeda rasa dan kelezatannya. Orang yang masuk surga dan merasakan sedikit kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling
susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya,
"Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan?
Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan?
Dia menjawab,
"Tidak pernah demi Allah. Wahai Rabb- ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan" (HR.Muslim).

Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Furqon : 16
ﻟَّﻬُﻢۡ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎٓﺀُﻭﻥَ ﺧَـٰﻠِﺪِﻳﻦَۚ
"Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka
kekal di dalamnya."

Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannatun Na'im yaitu jannah yang penuh dengan kenikmatan (Lihat Surat Luqman :8). Dan di antara nama-nama surga adalah Darussalam yang artinya negeri yang selamat. Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al- An'am:127). Dan di antara nama surga adalah Maqom Amiin yang artinya tempat tinggal yang aman. Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad- Dukhon:51). Dan di antara nama surga adalah Daarul Muqomah yang artinya negeri
yang terus menerus ditempati (Lihat Surat Faathir :35). Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.

0 comments

Halaqoh V.70: Derajat-Derajat Al Jannah atau Surga

Halaqoh V.70:Derajat -Derajat Al Jannah atau Surga

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan kadar iman dan takwa
mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Thoha : 75
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺄۡﺗِﻪِۦ ﻣُﺆۡﻣِﻨً۬ﺎ ﻗَﺪۡ ﻋَﻤِﻞَ ﭐﻟﺼَّـٰﻠِﺤَـٰﺖِ ﻓَﺄُﻭْﻟَـٰٓٮِٕﻚَ ﻟَﻬُﻢُ ﭐﻟﺪَّﺭَﺟَـٰﺖُ ﭐﻟۡﻌُﻠَﻰٰ
Dan barang siapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang sholeh, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Apabila engkau mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bersholawatlah untukku, karena barang siapa bersholawat untukku sekali, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan
bersholawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada
Allah untukku wasilah. Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah
sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk
seorang hamba di antara hamba- hamba Allah. Dan aku berharap
akulah hamba tersebut. Maka barang siapa yang memintakan
untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafaat" (HR.
Muslim).

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf, yaitu
penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi yang ada di atas mereka, seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan
kedudukan di antara mereka.
Mereka berkata,
"Ya Rasulullah, bukankah itu kedudukan para Nabi yang tidak dicapai
oleh yang lain?"
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Iya, demi Zat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul"(HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang tertinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiallahuanhuma.
"Sesungguhnya orang-orang yang memiliki kedudukan atau derajat
yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka. Dan mereka
berdua akan mendapatkan nikmat" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah
dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah).

Para mujahidin fiisabilillah, mereka termasuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah
surga yang paling afdhol dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrohman. Dan di sanalah terpancar sungai- sungai surga" (HR. Bukhari).

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapat pahala orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan sholat di malam hari. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian beliau Shalallahu Alaihi Wasallam menggenggam jari-jari beliau)
(HR. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang
lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini" (HR.Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah. Dan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian."

Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia
berkata,
“Dari mana ini?"
Dikatakan kepadanya,
"Ini semua karena istighfar anakmu untukmu" (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan dalam halaqoh sebelumnya.

0 comments

Halaqoh V.70: Derajat-Derajat Al Jannah atau Surga

Halaqoh V.70:Derajat -Derajat Al Jannah atau Surga

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan kadar iman dan takwa
mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Thoha : 75
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺄۡﺗِﻪِۦ ﻣُﺆۡﻣِﻨً۬ﺎ ﻗَﺪۡ ﻋَﻤِﻞَ ﭐﻟﺼَّـٰﻠِﺤَـٰﺖِ ﻓَﺄُﻭْﻟَـٰٓٮِٕﻚَ ﻟَﻬُﻢُ ﭐﻟﺪَّﺭَﺟَـٰﺖُ ﭐﻟۡﻌُﻠَﻰٰ
Dan barang siapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang sholeh, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Apabila engkau mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bersholawatlah untukku, karena barang siapa bersholawat untukku sekali, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan
bersholawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada
Allah untukku wasilah. Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah
sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk
seorang hamba di antara hamba- hamba Allah. Dan aku berharap
akulah hamba tersebut. Maka barang siapa yang memintakan
untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafaat" (HR.
Muslim).

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf, yaitu
penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi yang ada di atas mereka, seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan
kedudukan di antara mereka.
Mereka berkata,
"Ya Rasulullah, bukankah itu kedudukan para Nabi yang tidak dicapai
oleh yang lain?"
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Iya, demi Zat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul"(HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang tertinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiallahuanhuma.
"Sesungguhnya orang-orang yang memiliki kedudukan atau derajat
yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka. Dan mereka
berdua akan mendapatkan nikmat" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah
dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah).

Para mujahidin fiisabilillah, mereka termasuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah
surga yang paling afdhol dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrohman. Dan di sanalah terpancar sungai- sungai surga" (HR. Bukhari).

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapat pahala orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan sholat di malam hari. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian beliau Shalallahu Alaihi Wasallam menggenggam jari-jari beliau)
(HR. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang
lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini" (HR.Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah. Dan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian."

Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia
berkata,
“Dari mana ini?"
Dikatakan kepadanya,
"Ini semua karena istighfar anakmu untukmu" (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan dalam halaqoh sebelumnya.

0 comments

Halaqoh V.69: Masuknya Orang-Orang yang Beriman ke Dalam Syurga #Bagian 2

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.69: Masuknya Orang-Orang yang Beriman ke Dalam Syurga #Bagian 2
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
✏Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah menyebutkan di dalam hadits Abdullah bin Mas'ud Radhiallahuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk surga.
Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir
keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam
surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam
keadaan merayap,
maka Allah berkata kepadanya,
"Pergilah dan masuklah ke dalam surga."
"Diapun mendatangi surga kemudian dibuat terbayang
baginya bahwa surga telah penuh.
Diapun kembali dan berkata,
"Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh."
Allah berkata,
"Pergilah dan masuklah."
"Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang
baginya bahwa surga telah penuh.
Diapun kembali dan berkata,
"Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga telah penuh"
Allah berkata,
"Pergilah dan masuklah. Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia. Atau bagimu sepuluh kali lipat dari dunia."
Maka hamba tersebut berkata,
"Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku,
sedangkan Engkau adalah Raja?"
Berkata Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiallahuanhu,
"Sungguh aku melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam
tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau."

✏Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang
paling rendah tingkatannya.

✏Pintu-pintu surga ada delapan.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
ﻓِﻲ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ﺛَﻤَﺎﻧِﻴَﺔُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏٍ، ﻓِﻴﻬَﺎ ﺑَﺎﺏٌ ﻳُﺴَﻤَّﻰ ﺍﻟﺮَّﻳَّﺎﻥَ، ﻻَ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻤُﻮﻥَ
"Di dalam surga ada delapan pintu , di antaranya ada sebuah pintu yang bernama arroyyan, tidak memasukinya
kecuali orang-orang yang puasa." (HR. Bukhari dari Sahl
Ibnu Sa'ad Radhiallohuanhu )

✏Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama dari pintu surga. Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Barang siapa yang menginfakkan dua unta di jalan Allah, maka akan dipanggil dari Pintu-pintu surga. Wahai Abdullah ini adalah baik. Maka barangsiapa yang termasuk ahli sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat. Dan barang
siapa yang termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil
dari pintu jihad. Dan barangsiapa yang termasuk ahli
puasa, maka akan dipanggil dari pintu arroyyan. Dan
barang siapa yang termasuk ahli shodaqoh, maka akan
dipanggil dari pintu shodaqoh.
"Berkata Abu Bakar Radhiallahuanhu,
"Tebusanku bapak dan ibuku ya Rasulullah. Tidak ada yang
rugi dipanggil dari pintu manapun. Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu?"

"Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Iya, dan aku berharap engkau termasuk mereka." (HR.
Bukhari dan Muslim )

Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua
kalimat syahadat, maka akan dibuka untuknya 8 pintu
surga. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
"Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata,
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣّﺔِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴْﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴْﻠَﺔِ ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ
ﻣَّﺤْﻤُﻮْﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻪُ , ﺇِﻧَّﻚَ ﻻَﺗُﺨْﻠِﻒُ ﺍﻟْﻤِﻴْﻌَﺎﺩِ
"kecuali akan dibuka untuknya 8 pintu surga, silakan dia
memasuki dari mana saja yang ia kehendaki" (HR. Musim)

✏Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan
Ramadan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ﻓُﺘِّﺤَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻏُﻠِّﻘَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺻُﻔِّﺪَﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ
"Apabila masuk bulan Ramadan, maka akan dibuka Pintu-pintu surga dan akan ditutup Pintu- pintu Jahanam dan akan dibelenggu setan-setan. (HR. Bukhari dan Muslim)

✏Ada di antara pintu-pintu surga yang jarak di antara
kedua tepi seperti jarak antara kota Mekah dan kota
Busra atau kota Mekkah dan kota Hajar (HR. Bukhari dan
Muslim )

✏Hajar adalah kota masyhur di Bahrain dan Busra adalah
kota masyhur di Suriah. Apabila diukur jarak antara kota
Mekkah dengan kedua kota tersebut kurang lebih 200 km.
Di dalam hadits yang lain, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya ada di antara pintu-
pintu surga yang jarak kedua tepinya sejauh 40 tahun
perjalanan. (HR. Muslim )

✏Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memudahkan jalan kita menuju surga.

1 comments
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver