Blog dibuat untuk bahan pelajaran dan manfaat untuk yang lain, juga untuk mendapat ridho dari Allah atas ilmu yang telah diamanahkan

Halaqoh V.63: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian4

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.63: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian4
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah dosa wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk
neraka adalah wanita. Mereka telah ingkar."

✏Dikatakan kepada beliau,
"Apakah mereka ingkar kepada Allah?"

✏Beliau bersabda,
"Mereka ingkar kepada suami- suami mereka. Mengingkari
kebaikan-kebaikan mereka. Seandainya engkau berbuat
baik kepada salah seorang di antara mereka sekian lama,
kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat
dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, "Aku
tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu". (HR. Bukhari dan Muslim).

✏Seorang wanita yang shalihah hendaklah bersyukur kepada Allah, kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya dan lain-lain.

✏Dan secara umum, bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan dalam agama islam.

✏Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.

✏Rasulllah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Barang siapa yang berbuat baik kepada kalian, maka
balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk
membalasnya, maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan An-Nasa'i).

✏Dan di antara dosa yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat adalah tiga dosa yang tercantum dalam sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam,
"Tiga orang yang Allah haramkan masuk surga, pecandu
khomr (minuman keras), anak yang durhaka dan dayyuts
(yaitu laki-laki yang membiarkan kejelekan di dalam
keluarganya)" (Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad di dalam
Musnadnya).

✏Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi, dikhawatirkan terkena ancaman ini. Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya. Rasa sayang bukan berarati harus memberi semua yang diminta. Dan
mendidik mereka untuk taat tidak identik dengan kekerasan.

✏Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allah. Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka. Dan hidayah di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

✏Dan di antara dosa yang membahayakan adalah durhaka terhadap kedua orang tua. Dan di antara bentuk durhaka adalah menyakiti orang tua dengan lisan, dengan sikap ataupun dengan tangan. Seorang muslim dan muslimah diperintahkan untuk berlemah-lembut kepada orang tua.

✏Merendahkan diri di hadapan mereka, danmenaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat. Dan di antara bentuk berbakti yang paling berharga kepada orang tua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan, kesyirikan dan kemaksiatan
menuju cahaya tauhid, sunnah dan ketaatan
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

✏Dan di antara dosa yang membahayakan adalah dosa seorang pejabat yang menipu bawahan atau rakyatnya.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Tidaklah seorang hamba, Allah berikan jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya
kecuali Allah akan mengharamkan dia masuk ke dalam surga (HR. Bukhari dan Muslim).

✏Di antara bentuk menipu kepada rakyat adalah tidak menasehati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka, tidak memenuhi hak-hak mereka, tidak berbuat
adil di antara mereka dan lain-lain. Maksud diharamkan masuk surga di sini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk surga secara langsung, namun dia berhak untuk diadzab di
dalam neraka terlebih dahulu apabila Allah menghendaki.

✏Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku khusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi.

✏Keyakinan ahlusunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allah. Kalau Allah menghendaki, maka Allah akan mengampuni, dan kalau Allah menghendaki,
maka Allah akan mengadzabnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam surga.

✏Dan adzab neraka pelaku dosa besar, meski tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan. Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat. Maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api
akhirat yang jauh lebih panas.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari
neraka jahanam (HR. Bukhari dan Muslim).

✏ Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia, bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah dari pada kesabaran di dalam menghadapi adzab neraka di akhirat. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi kita
dan keluarga kita dari neraka.

Materi juga dapat dilihat pada
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments

Barakallahu fiikum ♥

0 comments

Halaqoh V.62: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian3

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.62: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian3
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah BUNUH DIRI. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang melempar dirinya dari gunung untuk
membunuh dirinya, maka dia berada di dalam neraka
jahannam. Dilempar di dalamnya dan kekal selamanya.
Dan barang siapa yang meneguk racun untuk membunuh dirinya, maka di dalam neraka jahannam akan meneguk racun di tangannya, dia akan meneguknya selamanya di
neraka. Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi tersebut di tangannya menusuk dengan besi
tersebut perutnya di neraka jahannam selamanya (HR.Bukhari dan Muslim)

✏Bunuh diri bukanlah cara untuk lepas dari masalah, namun justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, maka Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya.

✏Di antara dosa tersebut adalah MEMBUNUH TANPA HAK. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa : 93
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﻘۡﺘُﻞۡ ﻣُﺆۡﻣِﻨً۬ﺎ ﻣُّﺘَﻌَﻤِّﺪً۬ﺍ ﻓَﺠَﺰَﺍٓﺅُﻩُ ۥ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ﺧَـٰﻠِﺪً۬ﺍ ﻓِﻴﮩَﺎ ﻭَﻏَﻀِﺐَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴۡﻪِ
ﻭَﻟَﻌَﻨَﻪُ ۥ ﻭَﺃَﻋَﺪَّ ﻟَﻪُ ۥ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤً۬ﺎ
"Dan barang siapa yang membunuh orang yang beriman
karena sengaja, maka balasannya adalah jahannam
dia akan kekal di dalamnya. Allah akan marah kepadanya
dan melaknatnya, dan Allah akan siapkan untuknya adzab
yang besar.

✏Para ulama menjelaskan bahwasanya maksud dari kekal di neraka bagi orang yang membunuh orang yang beriman tanpa hak atau bunuh diri yaitu pada asalnya inilah balasan bagi orang tersebut. Namun dalil lain menerangkan bahwasanya orang yang beriman, sekecil apapun imannya dan sebesar apapun dosanya dia akan keluar dari neraka
baik dengan ampunan Allah atau dengan syafaat.

✏Dan di antara dosa tersebut adalah MEMAKAN RIBA. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ali-Imron : 130-131
ﻳَـٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍْ ﻟَﺎ ﺗَﺄۡڪُﻠُﻮﺍْ ﭐﻟﺮِّﺑَﻮٰٓﺍْ ﺃَﺿۡﻌَـٰﻔً۬ﺎ ﻣُّﻀَـٰﻌَﻔَﺔً۬ۖ ﻭَﭐﺗَّﻘُﻮﺍْ ﭐﻟﻠَّﻪَ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢۡ ﺗُﻔۡﻠِﺤُﻮﻥَ )١٣٠ ‏) ﻭَﭐﺗَّﻘُﻮﺍْ ﭐﻟﻨَّﺎﺭَ ﭐﻟَّﺘِﻰٓ ﺃُﻋِﺪَّﺕۡ ﻟِﻠۡﻜَـٰﻔِﺮِﻳﻦَ )١٣١ ‏) ﻭَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kalian kepada
Allah, supaya kalian beruntung. Dan takutlah dengan api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir.

✏Dan betapa banyak praktek riba di zaman sekarang, seseorang yang akan melakukan sebuah transaksi hendaknya mengetahui ilmunya.

✏Dan janganlah dia menganggap mudah perkara riba ini. Dan barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka
Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

✏Dan di antara dosa yang berbahaya adalah MENGGAMBAR MAKHLUK YANG BERNYAWA. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺃَﺷَﺪَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺼَﻮِّﺭُﻭﻥَ
"Sesungguhnya orang yang paling keras adzabnya di sisi
Allah pada hari kiamat adalah para penggambar" (HR. Bukhari dan Muslim).

✏Dan maksud dari para penggambar di sini adalah penggambar mahluk bernyawa, masuk di dalamnya orang yang membuat patung mahluk bernyawa dan orang yang melukis mahluk bernyawa.

✏Banyak para ulama yang memasukkan gambar fotografi dalam larangan ini.

✏Tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk surat- surat penting dan lain-lain. Perbedaan pendapat di antara para ulama dan banyaknya manusia yang melakukan, janganlah menjadi alasan bagi seseorang untuk bermudah-mudahan di dalam gambar
fotografi ini.

✏Dan di antara dosa tersebut adalah dosa
wanita yang BERPAKAIAN TAPI TELANJANG.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka, sebuah kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka gunakan untuk memukul manusia. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Berjalan lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga bisa dicium dari jarak perjalanan sekian
dan sekian".

✏Dan makna berpakaian tapi telanjang ada yang mengatakan menutupi sebagian aurat dan membuka sebagian yang lain untuk menampakkan keindahan. Atau memakai pakaian tetapi tidak sempurna seperti memakai pakaian yang tipis atau membentuk badan.

✏Seorang muslimah hendaknya bersungguh-sungguh di dalam menjaga hijabnya dan ikhlas karena Allah. Semoga
kesabaran seorang muslimah atas rasa gerah, risih dan ribet yang mungkin dirasakan oleh sebagian. Dan juga kesabaran menghadapi gunjingan orang lain, menjadi sebab selamatnya dia dari ancaman neraka.

Materi juga dapat dilihat pada:
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments

Halaqoh V.61: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian2

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.61: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian2
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Di antara dosa yang membahayakan seseorang yang beriman dan bisa menjadi penyebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka ketika melewati sirath adalah berdusta atas nama Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam,
ﻣَﻦْ ﻛَﺬَﺏَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
"Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja,
maka hendaknya dia menyiapkan tempatnya di neraka"
(HR.Bukhari dan Muslim)

✏Hendaknya seseorang berhati-hati di dalam menyampaikan hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, menjauhi hadits-hadits dhaif dan palsu, baik dalam masalah aqidah, fadhoil amal, maupun masalah yang lain. Dan bagi
yang tidak mampu menghukumi sebuah hadits, maka hendaknya dia taqlid dengan ulama atau ustadz yang ia anggap paling ahli di dalam hadits.

✏Di antara dosa tersebut adalah dosa lisan dan kemaluan. Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia di
dalam neraka. Maka beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam mengatakan,
"Mulut dan kemaluan (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi dan
Ibnu Majah). “

✏Dosa yang dilakukan mulut seperti dusta,membicarakan kejelekan orang lain, mengadu domba, berfatwa tanpa ilmu, menuduh tanpa hak, makan dan minum yang haram dan lain-lain. Dosa yang dilakukan kemaluan, seperti berzina, liwath, dan lain- lain.

✏Dan di antara dosa tersebut adalah sombong. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya
terdapat seberat zarroh-pun dari kesombongan."

✏Seorang laki-laki bertanya,
"Sesungguhnya seseorang senang apabila bajunya bagus dan sandalnya bagus."

✏Maka beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam berkata,
"Sesungguhnya Allah adalah indah dan mencintai
keindahan. Yang dimaksud dengan kesombongan adalah
menolak kebenaran dan meremehkan manusia" (HR.
Muslim)

✏Ucapan beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan masuk surga adalah ancaman bagi pelakunya, bahwasanya dia bukan termasuk orang-orang yang pertama masuk surga.

✏Dan balasan kesombongan dia adalah masuk neraka terlebih dahulu. Marilah kita belajar menerima kebenaran dari manapun datangnya. Karena pada hakikatnya kebenaran berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

✏Dan janganlah kita meremehkan orang lain, karena ilmu, harta, jabatan atau gelar yang kita miliki. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tersebut, mampu untuk memberikan kepada orang lain yang semisal atau yang lebih baik kapan Allah kehendaki.

✏Semakin seseorang rendah hari karena Allah, maka Allah akan semakin mengangkat derajatnya.

✏Di antara dosa tersebut adalah memakan makanan yang haram. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya tidaklah tumbuh daging dari makanan yang
haram, kecuali neraka lebih pantas bagi daging tersebut
(Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).

✏Seorang muslim hendaknya sangat berhati- hati di dalam mencari rezeki untuk diri- sendiri dan keluarga.

✏Tidak memakan dan memberi makan, kecuali setelah yakin itu halal. Hendaknya ia menjauhi riba, memakan
harta orang lain tanpa hak, menjauhi uang suap, menjauhi kurang dalam menimbang dan segala jenis harta haram lainnya.

✏Dan di antara dosa yang dapat menjadi sebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka adalah tidak ikhlas di dalam menuntut ilmu, maksudnya ilmu agama.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
"Barang siapa yang menuntut ilmu, yang sebenarnya
digunakan untuk mencari ridha Allah. Dia tidak menuntut
ilmu tersebut kecuali untuk mencari dunia, maka dia tidak
akan mencium bau surga pada hari kiamat (HR. Abu Daud).

✏Di dalam hadits yang lain beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan bahwasanya siapa saja yang menuntut ilmu hanya untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang
bodoh, maka ancamannya adalah neraka (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah).

Materi juga dapat dilihat pada:
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments

Halaqoh V.60: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian1

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.60: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Seseorang Masuk Neraka #Bagian1
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidakmengampuninya akan menjadi sebab seseorang jatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah dosa bid'ah.

✏Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam berkata,
Bid'ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al-Qur'an dan Al-Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam generasi terbaik umat islam, menjadi berbagai aliran yang
banyak.

✏Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang kepada islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radhiallohu'anhum. Rasulullah Shalallahu
'Alaihi Wasallam bersabda
"Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan.
Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan.
Mereka berkata, "Siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku". (Hadits Hasan
Riwayat Tirmidzi).

✏Ucapan beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam, ummati yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid'ah yang mereka lakukan.

✏Dan ucapan beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam, semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid'ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka. Kalau Allah menghendaki, maka Allah mengampuni tanpa diadzab dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki.

✏Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran- aliran sesat tersebut yang di antara ciri- cirinya mereka,
1. Tidak kembali kepada pemahaman par sahabat di dalam memahami Al-Qur'an dan Al-Hadits.
2. Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid
3. Mendahulukan akal di atas dalil
4. Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama
5. Dan ada di antara mereka yang memiliki baiat khusus kepada pemimpin aliran.
6. Dan di antara cirinya mencela dan membicarakan kejelekan penguasa.
7. Tidak berhati-hati di dalam berdalil berdasar hadits-hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam
8. Mencukupkan diri dengan Al-Qur'an tanpa hadits di dalam berdalil.
9. Dan di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka.

✏Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid'ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia.

✏Meninggalkan aliran- aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan
Al-Hadits. Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara seislam. Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman
neraka.

✏Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama.

✏Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat yaitu kerancuan berpikir dan menjauhi fitnah syahwat.

✏Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan hidayah kepada kita semua.

Materi juga dapat dilihat pada:
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments

Halaqoh V.59: As Shirat

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.59: As Shirat
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Jembatan yang dipasang di atas neraka jahanam untuk lewat orang-orang yang beriman menuju surga. Setelah berpisahdengan orang-orang munafik maka tinggallah orang-orang yang beriman dengan berbagai tingkatan keimanan mereka. Mulai dari para Nabi alaihimussalam
sampai para pelaku dosa besar.

✏Mereka semua akan menuju surga dengan melewati
sebuah jembatan yang berada di atas neraka. Allah ta'ala berfirman dalam Surat Maryam : 71-72
ﻭَﺇِﻥْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺍﺭِﺩُﻫَﺎ ۚ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻚَ ﺣَﺘْﻤًﺎ ﻣَﻘْﻀِﻴًّﺎ
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu
kemestian yang sudah ditetapkan."
ﺛُﻢَّ ﻧُﻨَﺠِّﻲ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﻘَﻮْﺍ ﻭَﻧَﺬَﺭُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺟِﺜِﻴًّﺎ
"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang
yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di
dalam neraka dalam keadaan berlutut.(QS )

✏Dalam hadist Abu Said Al Khudri Radhiallahuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasululloh mengabarkan bahwa jembatan tersebut sangat menggelincirkan. Di atasnya ada besi-besi pengait dan duri yang keras yang bentuknya seperti duri Sa'dan . Berkata Abu Said Al Khudri, sahabat yang meriwayatkannya, di
sini di dalam riwayat Muslim,
"Telah sampai kepadaku bahwasanya jembatan ini lebih
lembut dari pada rambut dan lebih tajam dari pada pedang.
Di dalam hadist ini disebutkan ada orang yang beriman yang melewati jembatan tersebut dengan sangat cepat seperti kedipan mata, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung, ada yang secepat larinya kuda, ada yang secepat larinya onta dan ada yang sangat lambat sehingga dia lewat jembatan tersebut dalam keadaanmenyeret dirinya, dialah orang yang terakhir melewati jembatan."

✏Rasulullah juga menyebutkan di dalam hadist ini bahwa manusia akan terbagi menjadi 3 :
1. Orang benar benar selamat melewati neraka yaitu tanpa terkena sambaran.
2. Orang yang selamat melewati neraka akan tetapi terkoyak tubuhnya.
3. Orang yang tersambar dan akhirnya terjatuh ke dalam neraka.

✏Di dalam hadist Abu Hurairoh yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda,
"Maka aku dan umatku lah yang pertama kali akan melewati
dan tidak berbicara saat itu kecuali para Rosul".

✏Doa mereka saat itu,
"Ya Allah, selamatkan, selamatkan."

✏Di atas jembatan tersebut ada besi besi pengait seperti duri Sa'dan , mereka menjawab,
"Iya ya Rasulullah"

✏Beliau berkata,
"Besi pengait tersebut seperti duri Sa'dan. Namun tidak
mengetahui besarnya kecuali Allah. Dia akan menyambar
manusia sesuai dengan amalan mereka, yaitu dosanya. Ada
diantara mereka yg binasa karena amalannya dan ada
diantara mereka yang terkoyak dari belakang kemudian
selamat. Di antara yang selamat adalah 70.000 orang
yang akan masuk surga tanpa hisab. Wajah wajah mereka
seperti bulan di malam bulan purnama. Menyusul setelah
mereka rombongan yang wajah mereka seperti bintang yang paling terang". (Hadist riwayat Muslim).

✏Dari Jabir ibnu Abdillah al Anshori radhiallohuanhuma,
"Dan akan dikirim amanah dan rohim atau kekerabatan ".

✏Rasulullah sholallahu alaihi wassalam bersabda,
"Dan akan dikirim amanah dan rohim atau kekerabatan, maka keduanya berdiri di samping kanan dan kiri jembatan" (HR Muslim).

✏Ini menunjukkan bahwa melaksanakan amanah dan menyambung silaturrahim atau hubungan kekerabatan perkaranya besar di dalam agama islam, keduanya akan menuntut orang-orang yang tidak memenuhi hak keduanya. Sebagian orang yang beriman akan jatuh ke dalam neraka karena sebab ucapan yang dia ucapkan di dunia.

✏Rasulullah bersabda,
"Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat
yang membuat marah Allah dan hamba tersebut tidak
menganggap penting kalimat itu, dia jatuh dengan sebab ucapan tadi ke dalam jahanam"(HR Bukhari).

✏Sebuah batu yang dilempar ke dalam telaga akan sampai ke dasar neraka 70 tahun kemudian. Sebagaimana di dalam hadist riwayat Muslim. Sebuah peristiwa yang pasti akan kita alami dan sangat mendebarkan, berjalan di atas jembatan yang sangat kecil, sangat panjang di bawahnya ada neraka yang sangat dalam dan berisi azab yang sangat
pedih dan di samping kanan dan kiri ada besi besi pengait yang siap mengenai orang yang berhak. Ketegaran kita di atas jembatan saat itu sesuai dengan ketegaran kita di
dunia di dalam berpegang teguh dengan agama islam. Semoga Alloh ta'ala merahmati kita dan menyelamatkan kita semua. Amin

Materi juga dapat dilihat pada:
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments

Halaqoh V.58: Perpisahan Orang-Orang Beriman dan Orang Munafik

SILSILAH V BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Halaqoh V.58: Perpisahan Orang-Orang Beriman dan Orang Munafik
Ust. Abdullah Roy, MA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ
✏ Setelah bangkit dari sujud, maka orang- orang yang beriman akan mengikuti AllahSubhanahu Wa Ta'ala. Dan akan dibentangkan as-siroth atau jembatan di atas neraka.

✏Sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Keadaan saat itu gelap gulita. Seorang Yahudi pernah bertanya kepada
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam,
"Di manakah manusia di hari di mana bumi dan langit diganti?"

✏ Beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam
mengatakan,
" Di tempat yang gelap sebelum jembatan (HR. Muslim) “

✏ Kemudian orang-orang yang beriman akan diberi cahaya. Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, di dalam Al-Mu'jamul Kabir, dari Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallohu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Maka Allah memberikan kepada mereka cahaya sesuai dengan amalan mereka."

✏ Ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Dan ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kanannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Sehingga ada yang diberi cahaya di jempol kakinya, kadang menyala dan kadang padam. Apabila menyala, maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan. Dan apabila padam, maka dia berdiri. Ini menunjukkan kepada kita tentang
pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang muslim. Semakin banyak cahaya ilmu yang dia amalkan di dunia, maka akan semakin banyak cahaya yang akan dia dapatkan di hari kiamat.

✏Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwasanya orang- orang munafik juga akan diberikan cahaya dan akan mengikuti Allah. Namun cahaya
mereka padam sebelum sampai jembatan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menceritakan dalam Surat Al-Hadid : 12-15 yang artinya,
"Pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman,
laki-laki dan wanita, cahaya mereka bersinar di hadapan
dan di sebelah kanan mereka. Dikatakan kepada mereka,
"Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. Yaitu
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang
kalian akan kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." Pada hari ketika orang-orang munafik, laki-laki dan wanita, berkata kepada orang- orang yang beriman,
"Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian
cahaya dari kalian." Dikatakan kepada orang-orang
munafik, "Kembalilah kalian ke belakang dan carilah
sendiri cahaya untuk kalian." Lalu dibuatlah di antara
orang-orang yang beriman dengan orang-orang munafik
sebuah dinding yang memiliki pintu. Di sebelah dalamnya,
yaitu di sisi orang-orang yang beriman ada rahmat. Dan
di sebelah luarnya, yaitu sisi orang-orang munafik ada
siksa. Orang-orang munafik memanggil orang-orang yang
beriman dan berkata,"Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian di dunia?" (Maksudnya bersama- sama dengan orang-orang yang beriman secara dzahir. Orang- orang beriman menjawab, "Benar. Akan tetapi kalian mencelakakan diri kaliansendiri, yaitu dengan kenifaqan kalian. Dan kalian dahulu menunggu-nunggu kehancuran kami. Dan kalian ragu serta ditipu oleh angan- angan kosong. Sehingga datanglah ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan penipu yaitu setan, telahmemperdaya kalian tentang Allah. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kalian adalah neraka, itulah tempat berlindung kalian, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

✏ Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu. Mereka mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasanya mereka akan selamat bersama dengan orang-orang yang beriman. Namun ternyata persangkaan mereka salah. Orang-orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafik padam mereka berdoa kepada Allah seperti tertuang dalam Surat At-Tahrim : 8
ﺭَﺑَّﻨَﺎٓ ﺃَﺗۡﻤِﻢۡ ﻟَﻨَﺎ ﻧُﻮﺭَﻧَﺎ ﻭَﭐﻏۡﻔِﺮۡ ﻟَﻨَﺎٓۖ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰٰ ڪُﻞِّ ﺷَﻰۡﺀٍ۬ ﻗَﺪِﻳﺮ
"Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu."

✏Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan juga Tirmidzi, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda bahwasanya orang yang berjalan ke masjid di dalam kegelapan malam, yaitu untuk melakukan sholat berjamaah, maka dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Di antara usaha seorang muslim untuk menghilangkan kenifaqan adalah dengan menjaga sholat lima waktu secara berjamaah. Rasulullah
Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Barang siapa yang sholat karena Allah selama 40 hari
secara berjamaah mendapatkan takbiratul ula (yaitu
takbiratul ihram), maka dia akan terlepas dari dua
perkara. Terlepas dari neraka dan terlepas dari kenifaqan
(Hadits hasan riwayat Tirmidzi).

Materi juga dapat dilihat pada:
              FP Facebook:
              https://m.facebook.com/langitwanita?ref=stream

0 comments
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver